Penulis : M.Martanus
Bengkulu, Sidakpost – Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Coki Manurung menargetkan pembangunan Mini Shelter di dua daerah rawan bencana dan terkatagori terpencil yaitu Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Kaur.Pembangunan dilakukan lantaran dua lokasi tersebut terbilang jauh dari pusat Posko Tim Penyelamat Evakuasi Bencana Alam.
“Dua daerah ini jarak tempuhnya jauh dari Kota Bengkulu dan akan menyulitkan pergeseran tim penyelamat dan berbagai peralatan yang digunakan saat memberikan bantuan dan proses evakuasi. Untuk itu sebaiknya di dua daerah ini kita bangun juga Mini Shelter seperti di Kota Bengkulu ini,” ujar Kapolda diruang kerjanya, Jumat (8/12).
Selain itu, Kapolda meminta agar pembangunan Mini Shelter dipercepat penuntasan pembangunannya mengingat cuaca ekstrim bisa terjadi setiap saat.
“Mini shelter sebagai tempat perlindungan warga masyarakat yang sangat baik apabila terjadi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami,” tegas Kapolda.
Untuk diketahui, rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu dan dihadiri oleh Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Kepala Basarnas Provinsi Bengkulu, Kepala Bulog Provinsi Bengkulu, Kepala Kantor Pos, General Manejer PT. Pelindo, Rektor Unib, Rektor Unihaz, Kepala Bank Mandiri Bengkulu, Kepala Bank BTN Bengkulu, dan Koordinastor Asosiasi Pengusaha Batubara Bengkulu serta Para Pejabat Utama Polda Bengkulu. (red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar