Bengkulu, Sidakpost - Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Bengkulu, melalui Sekretaris DPC, Muhammad Martanus menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan setengah - setengah merangkul media - media nasional yang ada, khususnya di Bengkulu. Padahal, keberadaan media nasional adalah aset bagi daerah itu sendiri. Disamping sebagai alat mempromosikan daerah, media nasional juga dapat berperan sebagai penyampai aspirasi daerah ke pemerintah pusat.
"Selain berpusat di Jakarta, media nasional rata-rata hampir memiliki perwakilan di beberapa wilayah di indonesia. Diketahui secara luas," ungkap Martanus.
Disamping itu, Martanus juga menjelaskan, keberadaan media nasional justru dianggap lebih efektif dalam menghemat anggaran.
"Jika tujuannya dalam acara tersebut cuma hanya ingin diketahui oleh masyarakat luas atau skala nasional, tidak mesti harus menghadirkan orang tersebut, cukup libatkan media nasional, positif mereka akan mengetahui. Anggaran pun bisa lebih hemat," jelasnya.
Kedepannya Martanus berharap, pihak pemerintah bisa memahami asas manfaat keberadaan media nasional tersebut.
"Semoga kedepannya pemerintah melibatkan media nasional dalam acara -acara besar mereka," pungkasnya.
Untuk diketahui, akhir - akhir ini, pemerintah kota maupun provinsi Bengkulu gencar menggelar acara-acara besar hingga sampai mendatangkan tamu - tamu dari mancanegara. (Red)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DPRD Provinsi Bengkulu menggelar rapat paripurna ke 5 masa persidangan ke 1 tahun 2018.
Bengkulu, Sidakpost - DPRD Provinsi Bengkulu Menggelar Rapat Paripurna. Adapun agenda rapat paripurna yang diselenggarakan hari ini ada...
-
Penulis : M.Martanus Kepsek SMAN 11 Misnur Agustina, SE Bengkulu, Sidakpost - SMAN 11 Kota Bengkulu adalah sekolah baru yang ada di Ko...
-
Daerah. Depok, Sidakpost - Rumah Sakit Hasanah Graha Afiah (HGA), Jalan Raden Saleh Sukmajaya Depok, di anggap lalai dalam menangani pas...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar